Jony Day

Ini cerita tentang sebuah nama

No Photo Today, No History Tomorrow…yeah, a history in Java ^_^

Sudah selayaknya kita sebagai muslim untuk tabayyun, mengecek kebenaran dari suatu berita. Untuk mengecek berita ini tentu saja banyak pihak yang mesti kita dengar. Nah, dalam hal ini media mainstream dan juga media yang tidak mainstream. Kebetulan, dalam beberapa bulan ini, saya menjadi penyimak satu portal berita www.undergroundtauhid.com sebagai sarana saya untuk tabayyun akan berita-berita yang berseliweran sekarang.

Karena, seperti kita ketahui…para awak media sering mempunyai jargon,”Bad News is Good News” sudah sepantasnya kita tidak terlalu memakan mentah-mentah apa yang ada di Televisi, koran, dan media massa lain. Selalu coba melihat apa yang tidak terlihat. Melihat dari banyak sudut pandang.

Mengutip Mas Jaya Setiabudi, Kebenaran yang kita yakini hari ini, belum tentu kita yakini besok. Karena pikiran kita terus bertumbuh. Maka dari itu, janganlah berlebih membela keyakinan kita & menyalahkan keyakinan org lain, mungkin minggu depan kita berubah.”

Nah, berhubung kemarin di peringati sebagai Hari Lahirnya Pancasila (1 Juni) saia tertarik untuk memindahkan satu tulisan di situs www.undergroundtauhid.com ke dalam blog saya ini. Seperti judul diatas.

Read More

Mau review film yang beberapa hari lalu selesai ditonton. Salah satu film yang lama juga terendap di hardisk baby blue ini.

Ini film bikin bingung di awal-awal.

Ya, adegan pertama dari film ini adalah sebuah pembunuhan yang dilakukan oleh si aktor utama.Sebuah penembakan tepatnya.

Read More

Sungguh hamba tiada daya dan upaya…

Semakin bertambah hari semakin bodoh la diri ini…

Semakin banyak hal yang tidak diketahui..

Semakin banyak tanya di benak..

Sungguh hamba tidak punya kekuatan…

Selain dariMu

Which favor of God will you deny?

Entah, mengapa, ketika

Sudah sekitar 2 bulanan terakhir, saia jadi manusia kelelawar (Batman)

Ya, sulit untuk tidur diawal yang ada malah menjelang pagi baru bisa tidur dan siang baru bangun.

Tadinya saia menikmati hal ini, hal yang sangat jarang terjadi ketika saia masih terikat kontrak kerja dengan sebuah institusi terdahulu.

Tapi lama kelamaan, bosan juga melanda diri ini.

Insomnia? bukan, tapi jam tubuh yang menyesuaikan diri.

Sama seperti disiplinna kita (umat Islam) pada bulan suci Ramadhan.

Semua bangun pada sepertiga malam, untuk tahajud dan bersiap santap sahur..jadi kangen bulan puasa :’)

Aktivitas ini kita lakukan hari demi hari di bulan Ramadhan, yang akhirnya membentuk jam tubuh kita.

Read More

Wise man: How do we change the world?
Evan Baxter: One single act of random kindness at a time.
Wise man: [spoken while writing A-R-K on ground with a stick] One Act, of, Random, Kindness
Evan Almighty (2007)
Let me ask you something. If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?
Evan Almighty (2007)

Seberapa penting Negara Islam kalau masyarakat belum Islami?

Ya, berangkat dari pertanyaan itu. Sebuah pertanyaan yang pernah dibahas dalam pengajian yang dulu saia ikuti. Yang penting itu sebuah negara Islam yang legal, atau penduduk sebuah negara yang menegakkan syariah Islam tanpa perlu berlabel Negara Islam. Banyak pendapat pasti yang akan timbul di benak kita. Yang pro Negara Islam pasti berpikir, ya Negara Islam penting karena gimana kita mau menerapkan syariat Islam kalau dasar negara kita bukan Islam. Seperti yang sering jadi kalimat klise orang-orang “Negara kita bukan Negara Islam…” ketika sebuah aturan Islam sedang diperjuangkan. Dengan adanya Negara Islam, maka Negara punya “kekuatan” untuk mewajibkan para penduduk untuk menjalankan syariat, hukum-hukum Islam.

Lalu, yang pro lebih penting sebuah negara penduduknya berperilaku Islami tanpa berlabel Negara Islam. Kemungkinan berpikir, substansi itu lebih penting dari kemasan. Apalah guna Negara Islam, tapi moral, tingkah laku penduduknya tidak / belum sama sekali mencerminkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Ah, jadi ingat cerita teman yang umroh, dan diajak berfoto-foto, betapa pemuda-pemuda Arab ternyata “genit-genit.” Dan cerita para TKW di Arab yang jadi korban tindak kekerasan. Ternyata, sisa masa Jahiliyah belumlah lenyap sirna semua. Ya, sebuah gambaran dari satu Negara Islam.

Saia pernah diajarkan kalo berIslam, berIslamlah dengan sepenuhnya. Jadi kesimpulan saia, ketika pribadi-pribadi muslim di Negeri Indonesia ini sama-sama berIslam dengan sepenuhnya, berIslam ketika sekolah, berIslam ketika bekerja, berIslam di jalan-jalan, berIslam di gedung-gedung makan Negara Islam itu akan terbentuk dengan sendirinya.

Ketika Nilai-Nilai itu kembali lagi menelusup ruang-ruang kalbu kita.

Menarik membahas ini. Karena saia berkeyakinan tidak ada seseorang yang 100% salah begitupun tidak ada seseorang yang 100% benar. Maka, ada jalan tengah soal manusia pertama ini, yakni…sebelum Nabi Adam turun dari surga, memang sudah ada makhluk hidup sebelumnya yang mungkin dimaksud oleh Bro Darwin *sokkenal.